Rabu, 09 Februari 2011
KHILAF, BENCI DAN CINTA
Khilaf, Benci, dan Cinta
Seorang kawan dalam doa dan salamnya
Di berlalunya salam abad usiaku
Kembali mengenangku sebuah kaidah
“bencilah kesalahannya,
Tapi jangan kau benci orangnya”
Betulkah aku sudah mampu begitu
Pada saudaraku, pada keluargaku
Pada para kekasih yang ku cinta?
Saat mereka terkhlilaf dan tersergap malu
Betulkah kemaafanku telah tertakdir
Mengiringi takdir kesalahan mereka?
Tapi itulah yang sedang ku perjuangkan
Dalam setiap ukuhuwah dan cinta
Dalam tiap ikatan yang Allah jadikan cinta
Dalam tiap ikatan yang Allah jadi saksinya
Karena aku tahu, bahwa terhadap satu orang
Aku selalu mampu membenci luputnya
Tapi tetap sayang dan cinta pada pelakunya
Itulah sikapku selalu, pada diriku selalu
Kucoba cerap lagi kekata asy fi’i
“aku mencintai orang-orang salih”
Begitu katanya diiringi titik air mata
“meski aku bukan bagian dari mereka
Dan aku membenci para pemaksiatnNYA
Meski aku tak berbeda dengan mereka.”
Ya mungkin dia benar
Tapi dalam setiap cinta dan ukhuwah dan cinta
Dalam tiap iktan yang Allah jadi saksinya
Aku ingin meloncat yang lebih tinggi
Karena tiap orang adalah beriman tetaplah rembulan
Memiliki sisi kelam,
Yang tak pernah ingin ditampaknya pada siapapun
Maka cukuplah bagiku
Memandang sang bulan
Pada sisi cantik yang menghadap ke bumi
Tentu. Tanpa kehilangan semangat
Untuk seskali berbagi dan sesekali merasai
Gelap sesal dan hangatnya nasehat
Sebagaimana sang rembulan
Yang harus menggerhanai matahari
Dikutip: Salim A. Fillah “Dalam Dekapan Ukhuwah”
Semoga dapat menjadi nasehat bagi jiwa yang terus merindukan ketenangan hati dalam ukhuwah karena Allah....
Langganan:
Postingan (Atom)
